Featured Slider
SUARA AMIL
Senin, 13 Februari 2017

BAZNAS Sumatera Selatan Ikut Cerdaskan Pelajar


Palembang -

Salah satu program dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) adalah turut mencerdaskan para pelajar seperti dengan pemberian beasiswa kepada mahasiswa. Ini sudah dilakukan Baznas Sumatera Selatan (Sumsel) Senin (13/2), bertempat di halaman Rektorat Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang Jalan Prof Zainal Abidin Fikri.

Basnaz Sumsel menyerahkan bantuan beasiswa kepada mahasiswa di lima perguruan tinggi yang ada di kota Palembang yakni, Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah, Universitas Sriwijaya (Unsri), Universitas Tridinanti, Universitas Bina Darma dan Universitas Sjakyakirti.



Kepala Baznas Sumsel H Najib Haitami mengatakan, syarat mahasiswa yang menerima beasiswa selain tidak mampu tetapi juga harus memiliki nilai minimal B.

“Karena sebelum dibantu nilai mahasiswa tersebut kami cek terlebih dahulu apakah memang benar layak untuk diberikan beasiswa, tapi kalau mahasiswa memiliki nilai C dan D mohon maaf Basnaz tidak akan memberikan baesiswa kepada  mahasiswa tersebut,” katanya.

Ia menambahkan, Baznas tidak hanya menyalurkan Zakat saja tetapi banyak program dari Baznas yang sudah diatur dalam UU untuk Baznas Sumsel sendiri diantara Sumsel taqwa ini menyebar Dai keseluruh pelosok desa.



Sementara itu, Rektor UIN Raden Fatah Palembang Prof M Sirozi mengucapkan syukur atas kerja sama antara UIN dan Baznas Sumsel yang semakin hari semakin baik dengan kerja sama ini akan dikembangkan lagi agar lebih relevan.

Laporan: Fauzi

Editor: Rahmawati Alwi
Kamis, 06 Oktober 2016

BAZNAS Harus Jadi Koordinator Lembaga Amil Zakat di Indonesia

BAZNAS Harus Jadi Koordinator Lembaga Amil Zakat di Indonesia

Jakarta -

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Iskan Qolba Lubis berharap BAZNAS menjadi lembaga yang dapat mengoordinasi seluruh amil zakat di Indonesia. Dengan demikian tercipta sinergi dalam program peningkatan kesejahteraan umat.

"BAZNAS sebagai lembaga nonstruktural harus bisa menjadi kordinator bagi lembaga amil zakat lainnya, agar mampu kontribusi kepada negara di bidang pembangunan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan melalui pengelolaan dana zakat,” kata Iskan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (10/5).

Ia menambahkan peran BAZNAS selaku koordinator menjadi penting mengingat lembaga yang didirikan melalui Keputusan Presiden RI No. 8 Tahun 2001 ini mendapatkan bantuan pembiayaan dari APBN. Sehingga manfaat yang diterima negara dan bangsa seharusnya jauh lebih besar.

"BAZNAS berperan sebagai penyedia bantuan jaminan sosial bagi fakir miskin di Tanah Air kita. Kehadiran lembaga ini menopang tugas negara dalam menyejahterakan masyarakat, sehingga sewajarnya mampu berkordinasi dengan seluruh lembaga amil zakat yang ada," kata Legislator PKS dari Daerah Pemilihan Sumatra Utara II ini.

Tanpa adanya kordinasi antar lembaga amil zakat, menurut Iskan, akan menyebabkan tidak terserapnya seluruh potensi zakat Indonesia. Hal itu terbukti dengan masih tidak maksimalnya pembayaran zakat karena tersebar di banyak tempat.

“Padahal, potensi zakat Indonesia sangat besar, bahkan terbesar di Asia, berdasarkan data BAZNAS sendiri telah mencapai Rp 217 triliun per tahun. Ini kan potensi yang luar biasa jika digerakkan dengan maksimal,” ujar Iskan.

Iskan mengatakan, untuk mampu mengkordinasi semua lembaga amil zakat, dan mampu menyerap semua potensi zakat di Indonesia, maka BAZNAS juga perlu meningkatkan akuntabilitas dan profesionalitas. Selain itu, menurutnya lembaga ini juga perlu melakukan inovasi dan pembaruan dalam mengelola zakat, sehingga mendapatkan kepercayaan publik.

“Kebiasaan masyarakat, selama ini lebih percaya menyerahkan zakat, infaq dan sedekahnya secara langsung kepada yang membutuhkan, sehingga lembaga yang sudah mendapat izin dari pemerintah justru kurang mendapat perhatian," terangnya.

Kemenag dan BAZNAS Sepakati Sistem Data Zakat Digital

Kemenag dan BAZNAS Sepakati Sistem Data Zakat Digital

Jakarta -

Kementerian Agama bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) untuk menyelaraskan basis data zakat nasional menggunakan teknologi digital Sistem Manajemen Informasi Baznas (SiMBA).

"Melalui SiMBA, maka terintegrasilah sistem pencatatan zakat secara nasional. BAZNAS di kabupaten, kota, provinsi dan nasional dan dengan Kemenag menggunakan sistem yang sama," ujar Ketua BAZNAS Bambang Sudibyo.

Menurutnya, permasalahan dalam pengelolaan zakat nasional selama ini adalah masih bersifat manual dan tidak terintegrasi yang mengakibatkan pelaporan zakat tidak dapat optimal dan tepat waktu.

Untuki itulah penyelarasan basis data penting demi pelaporan hasil penghimpunan dan penyaluran zakat nasional. Sistem informasi pelaporan yang lebih baik diharapkan bisa meningkatkan kepercayaan publik terhadap badan zakat dan mendorong warga menunaikan zakat.

"Digitalisasi zakat merupakan langkah kuantum sebagai salah satu perwujudan kebangkitan zakat di Indonesia," imbuhnya.

Soal lembaga amil zakat di luar BAZNAS, Bambang mengatakan bahwa sekarang ini beberapa di antaranya sudah memiliki sistem manajemen informasi pelaporan yang baik, bahkan lebih baik dari BAZNAS.

Sementara Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan pemerintah ingin memperkuat manajemen pengumpulan dan pengelolaan dana zakat. Dan SiMBA ini adalah salah satu alatnya.

"Ini adalah tonggak bersejarah di era digital. Kami ingin memperkuat manajemen pengelolaan pengumpulan, pengelolaan dana zakat, sehingga yang terhimpun lebih transparan, akuntabel dan menumbuhkan kepercayaan masyarakat dan BAZNAS bisa dirasakan manfaatnya bagi yang membutuhkan," ujarnya.
Rabu, 05 Oktober 2016

Sukses Video Conference BAZNAS

Sukses Video Conference BAZNAS

Palembang -

Puncak kegiatan entri data nasional tahun 2016 serentak di 34 provinsi se- Indonesia dilaksanakan video conference bersama Menteri Agama dengan Gubernur, Kepala Kanwil Kementerian Agama dan pengurus Baznas se-Indonesia.

Acara yang efektif berlangsung lebih kurang dua jam itu berlangsung sukses. Rangkaian acara bertajuk nasional itu nyaris tak mengalami kendala apapun. 

“Alhamdulillah semua berjalan lancar, tidak ada gangguan apapun. Sejak pembukaan pukul 10.00 WIB hingga akhir video conference antara Menteri Agama dengan Baznas se-Indonesia pukul 12.00 WIB semua berjalan sesuai dengan rencana,” ungkap Ketua Panitia Drs. H. Ardi Husein sekaligus Wakil Ketua III BAZNAS Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).
Selasa, 04 Oktober 2016

Perjuangan 2 Pendekar SiMBA BAZNAS Sumsel

Perjuangan 2 Pendekar SiMBA BAZNAS Sumsel

Palembang -

Dihari kedua (Selasa,4/10) entri data zakat secara nasional Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang dipusatkan di Hotel Amaris Palembang dengan di dampingi Dua orang instruktur SiMBA tingkat provinsi yang berada di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang sebelumnya telah memperoleh sertifikat instruktur secara nasional  terus melakukan pendampingan kepada para calon operator Simba dari 13 kabupaten dan 4 kota se Sumatera Selatan (Sumsel).

"Pada umumnya para calon operator terkendala pada saat akan meng-input nilai zakat dan nama-nama muzaki di upz nya, karena pada umumnya selama ini para muzaki perorangan tergabung atas satu nama UPZ tanpa perincian jumlah dan nama muzakinya" ujar salah satu instruktur Simba tingkat provinsi, A. H. Taufik Hidayat, S.Sy.

"Kami tetap berusaha untuk maksimal untuk mengajarkan sistem ini (SIMBA) karena dengan sistem ini membuat pembayaran dan penyaluran zakat, infaq, dan sedekah yang melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menjadi lebih cepat, akurat dan transparan" kata Hendra Praja, SE,I disela sela kegiatan.

Entri data zakat secara nasional dengan menggunakan aplikasi Sistem Informasi dan Manajemen BAZNAS (SIMBA) di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) ini akan dilaksanakan selama 3 hari dan rencananya akan berakhir besok (Rabu,5/10) dengan acara puncak telekonferens dari Menteri Agama Republik Indonesia dengan seluruh BAZNAS Provinsi yang ada di Indonesia yang di dampingi oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama tingkat provinsi.