Jumat, 26 Februari 2016

BAZNAS Kaltim Berganti Kepengurusan


Kaltim –

Gubernur Kaltim, DR. H. Awang Faroek Ishak, Rabu (24/2), melantik pengurus BAZNAS Kaltim periode 2016-2021 di Samarinda. Acara pelantikan ini dihadiri oleh unsur FORKOMDA, SKPD Pemrov, dan berbagai elemen masyarakat. Dalam sambutannya, Gubernur mengucapkan selamat bertugas kepada pengurus yang baru, serta menyampaikan apresiasi terhadap kinerja baik BAZNAS pada kepengurusan sebelumnya. Untuk periode kepengurusan 2016-2021, Dr. H. Fachrul Ghazi, MA akan memimpin BAZNAS Kaltim menggantikan K.H. Muhammad Rasyid.

“Zakat memiliki potensi yang dahsyat jika terlaksana dengan baik,” terang Awang Faroek Ishak, di ruang Ruhui Rahayu, kantor Gubernur.

Faroek mengungkapkan bahwa potensi zakat yang dapat terwujud adalah potensi pemberdayaan, kesejahteraan, dan kemaslahatan ummat.

“Tantangan ke depan adalah perlu pembenahan internal ummat,” lanjutnya. Faroek menilai bahwa perlu peningkatan kesadaran tentang zakat sebagai kewajiban yang tidak boleh terabaikan.

Awang Faroek Ishak juga menekankan pentingnya aspek keterbukaan dan teknologi informasi dalam operasional kegiatan BAZNAS.

“BAZNAS Kaltim harus memiliki kelengkapan teknologi informasi dalam kegiatannya, punya situs web, dan terkoneksi dengan Kabupaten/Kota. Selain itu, perlu tersaji informasi daftar penyumbang zakat, sejalan dengan asas keterbukaan informasi publik,” pungkas Faroek.

BAZNAS Harus Dikelola Profesional Agar Dipercaya rakyat



SAMARINDA

– Pengurus Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kaltim diminta mengelola badan penyalur zakat ummat tersebut secara professional, akuntabel, dan transparan. Ini agar BAZNAS menjadi lembaga yang dipercaya rakyat menyalurkan zakat ummat secara professional.

“Kepercayaan itu yang penting. Tanpa itu bagaimana perannya menyalurkan zakat optimal. Masyarakat tentu tidak akan memilih BAZNAS menjadi lembaga yang menyalurkan zakatnya,” kata Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak ketika ditemui seusai melantik Pimpinan BAZNAS Kaltim periode 2016 –2021, di Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (24/2).

Lain hal jika BAZNAS mendapat kepercayaan secara penuh. Tentu perannya membantu pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan mengurangi angka kemiskinan Kaltim bisa lebih optimal.

Seperti diketahui zakat yang dikumpulkan melalui BAZNAS ditujukan untuk kemaslahatan ummat, khusunya mambantu masyarakat miskin, masyarakat kurang mampu yang juga sebagian besar ummat Islam.

“Selain itu, pengurus BAZNAS juga diminta membuat  perencanaan program jelas, pelaksanaan  baik, pengendalian baik, dan pengawasan, serta evaluasi baik,” katanya.(diskominfo kaltim/arf)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar