Kamis, 16 Juni 2016

Tubuh Yang Lumpuh Memaksa Dhuafa Tinggal Dibawah Pohon


Ogan Komering Ulu –

Suhar (53), warga Lorong Dempo, RT 22, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Baturaja Timur,Kab. Ogan Komering Ulu ( OKU ) bisa bernapas lega. Pasalnya, kini Suhar mendapat bantuan dari Baznas OKU untuk tinggal di kontrakan berukuran 4M x 6M milik Zainah. Sebelumnya, Suhar tinggal di bawah pohon banunu dengan beralaskan pance yang dibuat dari bambu di tengah belukar. Tak hanya biaya kontrakan yang ditanggung Baznas OKU, pria yang menderita stroke pada tubuh bagian kanan sejak 2012, juga dibantu peralatan dapur, tempat tidur dan pakaian sehari – hari. “Termasuk santunan konsumtif, juga kita bantu,” ungkap Ketua Baznas OKU, Drs H Admiathi Somad saat mendampingi Bupati OKU, Drs H Kuryana Azis menyerahkan bantuan kepada Suhar,

Dikatakan Admiathi, sosok seperti Suhar lah yang perlu dibantu Baznas OKU melalui dana ZIS yang dihimpun Baznas OKU. ”Termasuk ibu Nuraini dan ibu Kari yang tinggal dikontrakkan tak jauh dari tempat Suhar juga kita bantu konsumtif,” timpalnya.

Selain Baznas OKU, Bupati OKU Drs H Kuryana Azis juga memberikan bantuan berupa uang tunai, sarung dan pakaian kepada Suhar. Sementara kepada Nuraini dan Kari, Bupati juga memberikan bantuan berupa uang tunai dari kocek pribadi Bupati OKU. “Tolong diterima bantuan dari pribadi saya, semoga bermanfaat,” ucap Kuryana kepada Suhar dengan raut wajah sedih.

Khusus kepada Suhar, Bupati berjanji dalam waktu dekat akan kembali memberikan bantuan pakaian sehari – hari. ”Insya Allah nanti saya bantu pakaian lagi,” imbuhnya.

Kepada Baznas OKU, Bupati berpesan agar terus memantau dan memberikan bantuan kepada Suhar, Nuraini dan Ibu Kari untuk kelangsungan hidupnya. ”Pak Ketua Baznas tolong dibantu dan diperhatikan mereka,” pintanya.

Mengingat Kiprah dan kerja Baznas OKU yang menyentuh dan langsung dirasakan warga yang membutuhkan, Bupati OKU mengajak sekaligus menghimbau kepada PNS, para lembaga BUMN/BUMD dan perusahaan swasta yang ada di OKU untuk dapat menyalurkan Zakat, Infaq dan Sodaqohnya melalui Baznas OKU. “Salurkan ZIS melalui Baznas OKU. Dengan begitu akan lebih banyak lagi warga kurang mampu yang akan dibantu oleh Baznas OKU,” ajaknya.

Suhar menjelaskan, sebelum memilih tinggal di bawah pohon banunu beralaskan pance yang dibuat dari bambu di tengah belukar, dirinya sempat tinggal dikontrakan milik Noven. Seiring berjalannya waktu, Suhar yang tidak ada pekerjaan ini merasa tidak mampu untuk membayar uang kontrakan Rp100 ribu perbulan. Jangankan untuk membayar kontrakan, untuk biaya makan sehari – hari Suhar hanya mengandalkan bantuan dan belas kasihan dari warga sekitar yang membantunya. “Tidak kuat lagi bayar kontrakan, makanya saya memilih tinggal di bawah pohon,” ungkapnya.


Selama tinggal di bawah pohon, tak jarang Suhar harus mencari tempat teduh diemperan rumah warga dan kontrakan yang ada di sekitar pohon tempat dirinya menginap apabila terjadi turun hujan pada siang ataupun malam hari. ”Numpang diemperan kalau hujan. Setelah reda kembali ke bawah pohon untuk menjalani hidup,” bebernya.

Terkait bantuan yang diterima dari Baznas OKU dan Bupati OKU Suhar mengucapkan terima kasih. ”Terima kasih kepada Baznas OKU dan Pak Bupati yang sudah bantu saya,” tandasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar