Selasa, 30 Agustus 2016

BAZNAS Luncurkan Kurban Digital

BAZNAS LUNCURKAN KURBAN DIGITAL

Jakarta -

Menyambut Hari Raya Idul Adha 1437 Hijriah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) meluncurkan program Kurban Digital.

Kurban Digital adalah sebuah layanan bagi masyarakat yang ingin menunaikan kurban dengan mendapatkan berbagai keunggulan, yakni mudah, memberdayakan, transparan, dan interaktif.

Mudah artinya memudahkan masyarakat melaksanakan ibadah kurban melalui berbagai cara dengan aplikasi Kurban Digital, situs belanja online (e-commerce), layanan jemput kurban, gerai kurban di mal serta fasilitas lainnya.

Kurban Digital ini juga memberdayakan banyak pihak, di antaranya peternak pedagang kambing dan sapi, tukang potong dan jasa antar/distribusi.

Keunggulan lain adalah transparan, yaitu proses pelaksanaan ibadah kurban terjaga dengan baik, laporan realtime dari pemotong hingga pendistribusian daging kurban dapat dilaporkan seketika proses sedang berlangsung.

Kemudian keunggulan lain adalah interaktif, yaitu intraksi antara pekurban dan masyarakat penerima manfaat dapat dijembatani melaui smartphone dengan fasilitas notifikasi SMS, WhatsApp atau melalui e-mail.

Ketua BAZNAS, Bambang Sudibyo,  mengatakan, Kurban Digital merupakan gerakan mengajak masyarakat menikmati ekonomi kurban.

"Upaya syariat menggerakan ekonomi ternak dengan mendorong tata kelola peternakan yang baik dan meningkatkan produktivitas serta menjaga kualitas ternak mulai dari pakan ternak, tenaga kerja, limbah ternak," tutur Bambang dalam siaran pers BAZNAS, Senin 29 Agustus 2016.

Dia menjelaskan, aspek lain dari ibadah kurbah adalah menjaga ketahanan pangan dan gizi masyarakat. Momen satu tahun sekali ini dinilainya mampu mendorong kecukupan pangan dan gizi yang tinggi bagi masyarakat karena melimpahnya cadangan daging di tengah masyarakat.

“BAZNAS melakukan pemberdayaan ternak dengan menyebar kurban ke daerah yang rawan gizi, pelosok hingga membangun tata niaga produksi pangan melalui lembaga pengembangan pertanian dan peternakan,” tutur Bambang.

Melalui cara ini, kata dia, diharapkan seluruh masyarakat Indonesia nantinya dapat berkurban. Sedangkan BAZNAS, kata dia, berusaha menggerakkan ekonomi kurban dengan menyelenggarakan program yang bermanfaat bagi mustahik yang tersebar dari Aceh hingga Papua.

Menurut Bambang, ekonomi kurban juga bisa mendorong kemandirian ternak nasional. Sebagaimana diketahui, kata dia, potensi peternakan di Indonesia besar didukung oleh sumber daya dan kondisi geografis yang teramat baik.

Potensi-potensi ini didukung oleh permintaan daging yang sangat besar karena jumlah penduduk mencapai seperepat miliar. "Di sisi lain, kita harus susah payah memenuhi kebutuhan tersebut bahkan dengan impor dari berbagai negara," katanya.

Masyarakat yang ingin mengikuti program kurban digital bisa mengunjungi laman situs BAZNAS. Melalui sistem ini, masyarakat yang berkurban tidak membeli dan melihat langsung proses penyembelihan, namun cukup membeli melalui dua situs online tdan penyembelihan hewan kurban diproses dan dilakukan sesuai syariat Islam oleh BAZNAS.

Hewan kurban yang disembelih ialah kambing hasil budidaya para petani daerah setempat, sehingga ikut membantu pemberdayaan masyarakat sekitar.

Bambang menambahkani masyarakat yang akan berkurban nanti bisa mengunjungi kantor-kantor Baznas yang ada di Indonesia baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, atau dapat mengunjungi laman, www.kurban.baznas.go.id.

1 komentar: