Kamis, 25 Agustus 2016

BAZNAS Tingkatkan Profesionalisme Menyongsong Era E-Zakat

BAZNAS Tingkatkan Profesionalisme Menyongsong Era E-Zakat

Tarakan -

Guna meningkatkan profesionalisme pengelolaan zakat, beberapa waktu lalu, BAZNAS Tarakan mengirimkan 2 orang tenaga administrasinya untuk mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) tingkat nasional di Jakarta.

Acara yang digelar oleh BAZNAS RI tersebut diikuti oleh 34 provinsi se- Indonesia termasuk BAZNAS Tarakan yang ditunjuk mewakili BAZNAS Kaltara.

Hal tersebut dibenarkan Ketua Pelaksana BAZNAS Syamsi Sarman kepada Radar Tarakan saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya. 

Ya benar, kami mengutus 2 orang staf kami yang membidangi administrasi dan keuangan untuk mengikuti bimtek di Jakarta. Juliansyah, SE selaku Koordinator Bagian Keuangan dan Donna Ramdan, SE, M.Pd selaku Seksi Perencanaan dan Pelaporan pada BAZNAS Tarakan. Karena BAZNAS Kaltara belum terbentuk, jadi kami ditunjuk oleh Kementerian Agama Provinsi Kaltara untuk mewakili Kaltara yang BAZNASnya hingga saat ini belum terbentuk, ungkapnya.

Dijelaskan Syamsi bahwa program pusat yang mulai disosialisasikan kepada seluruh daerah ini dimaksudkan untuk persiapan penerapan e-zakat melalui program SIMBA (Sistem Informasi dan Manajemen BAZNAS) dimana setiap transaksi penerimaan dan pengeluaran dana zakat akan terakses melalui aplikasi internet. 

Jadi, nantinya setiap transaksi akan langsung terakses dalam  sistem aplikasi SIMBA  melalui jaringan internet. 

Ada orang atau lembaga yang menyetorkan zakat atau infaq, maka akan terbukukan secara online dan langsung tersambung dengan BAZNAS pusat dan penerima informasi lainnya.

Begitu pula saat menyalurkan zakat kepada mustahik, maka sasaran dan nominalnya akan terbukukan secara online melalui perangkat elektronik dengan aplikasi tersebut.

Laporan dan data yang akan diberikan kepada pihak terkait juga dilakukan secara online. Ini yang disebut dengan era e-zakat yang secara nasional akan diberlakukan kepada seluruh BAZNAS se-Indonesia, ujar Syamsi.

Dan BAZNAS Tarakan telah mengikuti proses itu. Sekarang ini sudah memiliki 5 orang tenaga admin yang telah memiliki keterampilan aplikasi SIMBA. Bahkan sebetulnya sebagian aplikasinyapun sudah diterapkan BAZNAS Tarakan secara bertahap sambil terus disempurnakan. Berbagai perangkat pendukungnya telah kami sediakan, insya Allah sampai akhir tahun ini persiapannya sudah rampung, ujarnya.

Pihaknya menargetkan, per 1 Januari 2017, BAZNAS Tarakan sudah siap menerapkan secara penuh SIMBA ini. Semoga semuanya lancar, harap Syamsi.

Menurut informasi yang dirangkum awak media ini, hingga saat ini ternyata belum seluruh BAZNAS yang beroperasi di berbagai daerah di Indonesia yang menerapkan SIMBA sebagai pusat data dan pelayanan administrasinya.

BAZNAS Tarakan, Berau dan Balikpapan di Kaltim dan Kaltara termasuk yang sudah menerapkan, namun belum seratus persen. Sehingga diupayakan pada tahun 2017 nanti BAZNAS Tarakan telah menerapkan aplikasi berbasis internet ini.

Kendala yang sebagian besar dialami BAZNAS dalam proses penerapannya adalah tenaga admin atau operator SIMBA dan perangkat pedukung yang mensyaratkan komputerisasi dengan spesifikasi tertentu.

Bahkan dalam bimtek kemarin di Jakarta, hanya 10 utusan BAZNAS provinisi yang dinyatakan lulus ujian kompetensi dari 34 provinsi peserta yang mengikuti Bimtek.

Bersyukur peserta yang diutus dari BAZNAS Tarakan dinyatakan lulus dan ditetapkan sebagai instruktur untuk wilayah Kaltara. (adv/har)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar