Kamis, 29 September 2016

BAZNAS Tandatangani Komitmen Terapkan SDGs Di PBB

BAZNAS Tandatangani Komitmen Terapkan SDGs Di PBB

New York -

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kembali membuktikan kesungguhannya ikut serta dalam pembangunan masyarakat Indonesia. Kali ini dengan ikut menandatangani piagam dukungan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) di High Level Side Event di Gedung One UN Perserikatan Bangsa  Bangsa New York, Rabu 21 September 2016, pukul 15.00 waktu New York.  Acara yang merupakan rangkaian dari sidang umum PBB ini mengadirkan sejumlah pihak dari UNDP, Perwakilan Filipina, Mexico, Nigeria, Mesir dan sejumlah  utusan negara. Dari Indonesia delegasi dal;am pertemuan ini dipimpin Wakil Presiden M. Jusuf Kalla dan Menteri Perencanaan Pembangunan/Ketua Bappenas Bambang Brojonegoro dan segenap pemangku kepentingan yang mendukung penerapan SDGs di Indonesia. Hadir juga dalam kesempatan tersebut Gubernur NTB Muhammad Zainiul Majdi yang ikut menandatangi komitme penerapan SDGs di Indonesia.

Dalam kesempatan ini BAZNAS yang diwakili Direktur Amil Zakat Nasional BAZNAS Arifin Purwakananta, menyatakan mendukung penerapan SDGs di Indonesia sebagai komitmen BAZNAS dalam menyelesaikan berbagai masalah bangsa. Utamanya melalui kerikut sertaan masyarajat muslim Indonesia dengan pemanfaatan zakat, BAZNAS akan bertekad mengentaskan mustahik zakat berupa upaya memerangi kemiskinan, kebodohan,  keterbelakanan, dll yang merupakan bagian dari komitmen SDGs. Arifin menjelaskan bahwa BAZNAS akan mengugah dan memimpin gerakan zakat di indonesia dalam menerapkan SDGs. Platform Gerakan Zakat ini kami harapkan dapat menyumbang suatu yang tidak kecil dalam penerapan SDGs di tingkat Nasional. “Permasalahan ummat harus dapat diselesaikan oleh ummat, kita tak akan membiarkan ummat menjadi penonton pembangunan, untuk itulah BAZNAS akan mengerakkan ummat untuk menyelesaikan problem kemajuan ini dengan mengunakan zakat sebagai landasannya”, lanjut Arifin.

Kegiatan ini juga diikuti sejumlah NGO Indonesia seperti ACT, PKPU, YBCAB dan sejumlah aktifis filantropi perusahaan. BAZNAS dan para pemangku kepentingan SDGs ini diharakan nantinya dapat menjadi motor bagi penerapan SDGs di Indonesia.

Koresponden SDGsIndonesia.com di Amerika Serikat mengabarkan bahwa pada kesempatan ini BAZNAS juga memanfaatkan waktu untuk mendalami berbagai hal terkait dokumen SDGs yang merupakan kelanjutan dari Millennium Development Goals (MDGS) yang habis di akhir 2015. Pembahasan SDGs melalui berbagai side event ini nantinya akan memperkaya startegi BAZNAS dalam mendorong seluruh komponen gerakan zakat yang terdiri dari BAZNAS Provinsi, Kabupaten/Kota serta LAZ untuk dapat menyusun program kerja dan mengukur kinerjanya berdasarkan pencapaian SDGs. Ada 17 bidang yang diharapkan dapat dikembangkan di Indonesia yang merupakan komitmen seluruh bangsa di dunia di awal 2016 ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar