Kamis, 06 Oktober 2016

Kemenag dan BAZNAS Sepakati Sistem Data Zakat Digital

Kemenag dan BAZNAS Sepakati Sistem Data Zakat Digital

Jakarta -

Kementerian Agama bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) untuk menyelaraskan basis data zakat nasional menggunakan teknologi digital Sistem Manajemen Informasi Baznas (SiMBA).

"Melalui SiMBA, maka terintegrasilah sistem pencatatan zakat secara nasional. BAZNAS di kabupaten, kota, provinsi dan nasional dan dengan Kemenag menggunakan sistem yang sama," ujar Ketua BAZNAS Bambang Sudibyo.

Menurutnya, permasalahan dalam pengelolaan zakat nasional selama ini adalah masih bersifat manual dan tidak terintegrasi yang mengakibatkan pelaporan zakat tidak dapat optimal dan tepat waktu.

Untuki itulah penyelarasan basis data penting demi pelaporan hasil penghimpunan dan penyaluran zakat nasional. Sistem informasi pelaporan yang lebih baik diharapkan bisa meningkatkan kepercayaan publik terhadap badan zakat dan mendorong warga menunaikan zakat.

"Digitalisasi zakat merupakan langkah kuantum sebagai salah satu perwujudan kebangkitan zakat di Indonesia," imbuhnya.

Soal lembaga amil zakat di luar BAZNAS, Bambang mengatakan bahwa sekarang ini beberapa di antaranya sudah memiliki sistem manajemen informasi pelaporan yang baik, bahkan lebih baik dari BAZNAS.

Sementara Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan pemerintah ingin memperkuat manajemen pengumpulan dan pengelolaan dana zakat. Dan SiMBA ini adalah salah satu alatnya.

"Ini adalah tonggak bersejarah di era digital. Kami ingin memperkuat manajemen pengelolaan pengumpulan, pengelolaan dana zakat, sehingga yang terhimpun lebih transparan, akuntabel dan menumbuhkan kepercayaan masyarakat dan BAZNAS bisa dirasakan manfaatnya bagi yang membutuhkan," ujarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar